Aditya.Hananto.net

Aditya.Hananto.net

Knowledge Sharing About Networking

Aditya.Hananto.net RSS Feed
 
 
 
 

Menggunakan GNS3 di Windows untuk emulasi Cisco IOS (part 2)

Pada tulisan bagian pertama, kita sudah menyiapkan GNS3 agar bisa digunakan membangun virtual lab. Di tulisan bagian ke-2 ini, kita akan bahas step-by-step membangun virtual lab tersebut.

1. Buka GNS3

2. Drag n drop Cisco router/PIX firewall yang akan kita gunakan

Hostname default-nya adalah R0, R1, dst. Kalo mau ngubah hostname-nya, klik kanan di router-nya dan klik “change the hostname”. Pada contoh ini, gua pake nama MEDAN, JAKARTA dan SURABAYA.

3. Tentukan module yang dipasang di router. Klik kanan di router, dan pilih “configure”. Pada contoh ini, Pilih “JAKARTA” –> “Slots”

Di contoh ini, gua pake Cisco 2600 (default-nya sudah ada modul 2 FastEthernet) dan gua tambahin modul WIC-2T (2 interface serial).

4. Setelah kita setup semua module untuk masing-masing router, sekarang kita hubungkan antar router menggunakan icon “Add a link”. Untuk mengemulasikan WAN, antar router menggunakan serial interface. dan untuk mengemulasikan LAN, kita hubungkan interface ethernet/fastethernet router pada ethernet switch (ingat, switch ini unmanageable. tidak mengemulasikan cisco IOS, switch ini hanya agar interface ethernet router bisa up)

5. Setelah semua router sudah terhubung, selanjutnya tinggal kita klik kanan di router, dan pilih “Start” untuk menyalakan router (sebaiknya nyalakan router satu per satu, jangan di-start semuanya sekaligus agar utilisasi CPU & memory tidak langsung tinggi)

6. Setelah di-start, klik kanan lagi dan pilih “Idle PC” yang bertujuan untuk mengurangi utilisasi CPU ketika mulai meng-emulasi cisco IOS. Kemudian akan muncul windows dengan tulisan “Please wait while calculating IDLE PC”, tunggu sejenak kemudian pilih nilai Idle PC yang bertanda * (kalau tidak ada yang bertanda *, ulangi proses Idle PC sampai ada yang bertanda *). “Idle PC” ini hanya perlu dilakukan 1x untuk setiap seri router, jadi misalnya saya menggunakan 3 router seri 2600 & 4 router seri 1700, maka kita cukup melakukan masing-masing 1x di salah satu router 2600 & router 1700.

Pada contoh ini, nilai Idle PC yang bertanda * adalah nomor 10.

7. Setelah kita memilih nilai “Idle PC”, kita klik kanan di router dan pilih “console”. selanjutnya tinggal memasukkan command-command seperti pada saat kita meng-configure router beneran.

Semoga bermanfaat & Selamat mencoba :)

Menggunakan GNS3 di Windows untuk emulasi Cisco IOS (part 1)

Mmm mungkin ada yang belum tau apa itu GNS3. so, sebelum gua kasih tau cara pake GNS3, gua bakal jelasin secara singkat apa itu GNS3.

GNS3 adalah Graphic Network Simulator yang memungkinkan itu untuk melakukan simulasi jaringan menggunakan perangkat Cisco (router & firewall) menggunakan PC (berbasis Windows, Linux , MacOS X), sehingga kita tidak perlu mempunyai/menyewa perangkat Cisco seperti router. Kabar baik lainnya adalah GNS3 is totally free alias gratis :)

GNS3 ini bagus banget untuk membantu seorang network engineer bereksperimen membangun jaringan menggunakan virtual lab di PC sebelum diimplementasikan di lapangan atau bisa untuk membantu seseorang untuk latihan lab sebelum mengambil ujian sertifikasi Cisco, seperti CCNA, CCNP, CCIP atau CCIE.

GNS3 mempunyai komponen utama sbb:

* Dynamips, program utama yang bisa meng-emulasikan Cisco IOS
* Dynagen, front-end berbasis teks untuk Dynamips
* Pemu, emulator Cisco PIX firewall

Okay guys, enough for the craps :) Sekarang kita langsung mulai tutorial singkat untuk pake GNS3.

1. Download GNS3 for Windows di sini

2. Kalo sdh di-download, double click file installer GNS3. Seperti installer windows yang lain, kita tinggal klik “next” & “I agree”  :)  Default-nya akan terinstall di folder C:\Program Files\GNS3\

3. Setelah instalasi selesai, kita akan melihat icon GNS3 di desktop dan di Start Menu –> All Programs –> GNS3. Double click icon GNS3 tersebut. Akan tampil window GNS3 seperti ini:

4. Setelah GNS3 terbuka, kita akan test apakah dynamips server bisa running. caranya: klik “Edit –> preferences –> Dynamips”. Centang pada kotak “Enable sparse memory feature”. Kemudian klik tombol “Test”, seharusnya akan tampil “dynamips successfully started”. Lalu klik OK.

Dynamips Preferences

5. Kemudian di Edit –> Preferences, pilih bagian General, kemudian pilih tab GUI Settings. Beri tanda centang untuk semua option yang ada, yaitu: “Draw a rectangle when an item is selected”, “Always use manual mode when adding links” dan “Show link status points on the workspace”

6. Untuk saat ini (GNS3 v0.6.1) baru bisa mengemulasikan beberapa seri Cisco router & PIX firewall. GNS3 tidak menyediakan Cisco IOS, bagi yang belum punya Cisco IOS bisa mencarinya menggunakan google.

Setelah men-download Cisco IOS, Kita harus memilih Cisco IOS yang akan kita akan kita emulasikan menggunakan dynamips. Sebaiknya file image IOS di-extract terlebih dahulu (salah satunya bisa menggunakan winrar), agar mempercepat proses booting virtual router yang kita gunakan. Untuk memilih Cisco IOS yang kita pakai, caranya: klik “Edit –> IOS images & hypervisors”. Klik tombol “…” untuk mencari file image IOS yang sudah kita extract sebelumnya. Lalu klik OK.

Di contoh ini, gua pake Cisco IOS untuk router Cisco 2600XM series yang masing-masing virtual router akan menggunakan RAM sebesar 64 MB. So, semakin banyak virtual router yang kita gunakan, akan menghabiskan semakin besar kapasitas RAM & utilisasi CPU.

Nah setelah melalui tahap ke-6, artinya kita sudah berhasil menyiapkan GNS3 kita untuk mengemulasikan Cisco router/PIX firewall. Pada tutorial berikutnya, gua bakal ngasih step by step cara membangun lab sederhana menggunakan GNS3. to be continued ….